idea,_Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Maluku Utara melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Fanaha, Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 14.00 hingga 18.11 WIT tersebut mengusung fokus pemberdayaan ekonomi keluarga nelayan melalui edukasi pengelolaan keuangan rumah tangga, perencanaan usaha, serta penguatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi akibat faktor alam.

Sebanyak 32 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Peserta merupakan masyarakat Desa Fanaha yang sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan bergantung pada hasil laut sebagai sumber utama pendapatan keluarga.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat pesisir yang menghadapi tantangan ketika musim angin dan gelombang tinggi datang. Kondisi cuaca yang tidak menentu dapat membatasi aktivitas melaut sehingga berdampak terhadap pendapatan keluarga nelayan.

Melalui kegiatan PkM ini, akademisi Unkhair bersama MES Maluku Utara berupaya memberikan pemahaman bahwa ketahanan ekonomi keluarga nelayan tidak hanya ditentukan oleh besarnya hasil tangkapan, tetapi juga kemampuan dalam mengelola pendapatan, menyusun perencanaan keuangan, serta menciptakan peluang usaha tambahan.

Akademisi Dorong Nelayan Siapkan Cadangan Keuangan

Dosen Akuntansi FEB Unkhair sekaligus Ketua MES Wilayah Maluku Utara, Iqbal M. Aris Ali, menjelaskan bahwa tantangan terbesar masyarakat nelayan adalah kemampuan beradaptasi terhadap kondisi alam yang tidak selalu mendukung aktivitas melaut.
“Kendala terberat bagi nelayan adalah musim angin dan ombak, sehingga para nelayan harus mengoptimalkan kemampuan beradaptasi agar tetap meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Iqbal.

Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu diperhatikan keluarga nelayan adalah bagaimana mengatur pendapatan hasil tangkapan agar tidak habis untuk kebutuhan sehari-hari tanpa adanya persiapan menghadapi masa sulit.

“Masalah utama keuangan di Desa Fanaha bukan karena kurangnya pendapatan di laut, tetapi om dan ci belum bikin rencana dan perhitungan cadangan tabungan saat cuaca sedang tidak bersahabat. Prinsipnya, jangan kase campur doi hasil tangkap ikan dan doi dapur,” jelasnya.

Iqbal juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika membutuhkan tambahan modal atau dana. “Prinsip yang lain bila butuh doi, jangan tergoda pinjam ke rentenir atau pinjaman online, karena bisa buat bangkrut. Perhatikan semua syarat dan tanyakan, terutama jumlah bunga dan biaya,” katanya.

Masyarakat Diberikan Pemahaman Pentingnya Pencatatan Keuangan

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan keuangan sederhana melalui pencatatan pemasukan dan pengeluaran keluarga.
Dosen FEB Unkhair, Gregorius Jeandry, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak hanya ditentukan oleh jumlah pendapatan, tetapi juga bagaimana seseorang mengatur penggunaan uang.

“Sebesar apa pun jumlah doi yang torang punya bisa habis kalau tidak dikelola dengan cerdas. Cerdas itu memprioritaskan kebutuhan pokok dan mengendalikan keinginan,” ungkap Gregorius.

Ia menjelaskan bahwa pencatatan keuangan sederhana dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi keuangan secara lebih terarah. “Torang bikin catatan yang sederhana untuk kelola keuangan. Catat berapa uang masuk dan berapa uang keluar,” ujarnya.

Selain metode pencatatan manual, masyarakat juga diperkenalkan dengan penggunaan teknologi digital untuk membantu perencanaan keuangan keluarga. “Saat ini kita diberikan kemudahan, termasuk merencanakan keuangan keluarga. Seperti yang kami berikan dalam buku panduan. Om bisa cari di Play Store Money Manager, kemudian instal,” tambahnya.

Dorong Pengembangan Produk Berbasis Potensi Lokal

Selain pengelolaan keuangan, kegiatan PkM juga memberikan materi mengenai pengembangan usaha alternatif bagi keluarga nelayan.

Dosen Manajemen FEB Unkhair, Himawan Sardju, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai peluang usaha tambahan. “Sisihkan dana dari hasil jual ikan, untuk merencanakan usaha lain. Cari potensi bahan yang mudah diperoleh, buat jenis produk yang berbeda, berikan tampilan produk yang menarik,” ujar Himawan.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan usaha tidak hanya membutuhkan produk yang baik, tetapi juga perhatian terhadap aspek pemasaran dan kualitas produk. “Bila produk tersebut ingin dijual keluar sebaiknya perlu perhatikan syarat produk, seperti bahan kemasan, masa kadaluarsa, harga, dan manfaatkan media sosial untuk promosi,” jelasnya.

PkM Jadi Bentuk Kepedulian Akademisi terhadap Masyarakat Pesisir

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berlangsung melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta pendampingan kepada masyarakat terkait pengelolaan keuangan dan pengembangan ekonomi keluarga.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam sesi diskusi dan penyampaian berbagai pengalaman terkait tantangan ekonomi yang mereka hadapi sebagai keluarga nelayan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Fanaha, terutama dalam membangun kebiasaan mengelola keuangan secara lebih baik, menyiapkan cadangan ekonomi, serta mengembangkan usaha alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Melalui kegiatan tersebut, Universitas Khairun bersama MES Maluku Utara menegaskan komitmennya dalam menjalankan peran perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di Maluku Utara.