idea,_ Universitas Khairun (Unkhair) memperkuat kerja sama akademik internasional dengan Universiti Malaya (UM), Malaysia, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Kerja sama mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kuliah umum, riset bersama, program magang, hingga pertukaran mahasiswa.

MoU ditandatangani Rektor Unkhair Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M, bersama Wakil Rektor Universiti Malaya Prof. Datuk Seri Ir. Dr. Noor Azuan Abu Osman.

Tindak lanjut kerja sama berlangsung di Ruang Rektor, Lantai 3 Gedung Rektorat, Kampus II Unkhair, Ternate, Senin (10/8/2026).

Pada pertemuan itu, Rektor Unkhair Prof. Abdullah W. Jabid, didampingi Wakil Rektor III Hi. Jamal Hi. Arsad, S.H., M.H, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prof. Dr. Abdu Mas’ud, S.Pd., M.Pd, serta Staf Ahli Rektor Bidang Kerja Sama PDLN, Nurhadi Hamka, S.S., M.Gen. & AppLing.

Wakil Rektor III Unkhair, Hi. Jamal Hi. Arsad mengatakan kerja sama dengan Universiti Malaya, diarahkan untuk memperkuat kelembagaan, mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), serta meningkatkan akreditasi perguruan tinggi.

“MoU antara dua universitas ini dalam rangka menunjang indikator utama, terutama IKU 5, sekaligus meningkatkan capaian akreditasi,” jelasnya.

Menurut Jamal, keberadaan Universiti Malaya sebagai mitra internasional, membuka peluang bagi Unkhair untuk memperluas program akademik yang memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika.

“Adanya mitra ini, tentu kita lebih concern pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang lebih luas, berkaitan dengan kuliah umum, riset, magang, maupun pertukaran mahasiswa,” ujarnya.

Jamal mengatakan, implementasi awal MoU akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FKIP Unkhair dan fakultas terkait di Universiti Malaya.

“Dalam waktu dekat akan dilakukan PKS. Yang pertama adalah FKIP dengan fakultas yang ada di Universiti Malaya, dan itu sudah ditandatangani oleh Dekan FKIP Unkhair, Prof. Abdu Mas’ud,” katanya.

Ia juga mendorong fakultas lain di Unkhair, yang belum memiliki PKS dengan mitra internasional, agar segera menindaklanjuti kerja sama tersebut.

Jamal, menambahkan MoU menjadi payung besar kerja sama di tingkat universitas, sedangkan PKS menjadi instrumen untuk menerjemahkannya ke dalam program yang lebih konkret.

“Fakultas-fakultas lain yang belum sempat melakukan PKS diharapkan secepatnya melakukan PKS. MoU sebagai salah satu payung besar dari sisi regulasi,” tambahnya.

Kerja sama itu, lanjutnya dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi di bidang akademik sekaligus memperluas jejaring internasional Unkhair.

Selain itu, kerja sama ini, Jamal berharap, dapat meningkatkan kontribusi Unkhair di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (*)