idea,_Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Maluku Utara menggelar Roadshow Pasar Modal Syariah sebagai upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah. Kegiatan bertema “Pemasukkan Jalan, Investasi Aman: Saatnya Mengenal Pasar Modal Syariah” itu berlangsung di Aula Masjid Al-Muhajirin Falajawa, Ternate, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.15 WIT tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di sektor pasar modal dan jasa keuangan, antara lain MES Maluku Utara, Indonesia Stock Exchange (IDX) atau Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta IDClear/KPEI.

Sebanyak 110 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun, guru SMA di Kota Ternate, serta Muslimah Nahdlatul Ulama (NU) Maluku Utara.

Roadshow tersebut menjadi bagian dari upaya MES Maluku Utara untuk terus mengembangkan, menumbuhkan, dan membumikan ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi yang berkeadilan serta berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Selain memperkenalkan instrumen pasar modal syariah, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membedakan investasi legal dengan investasi ilegal atau investasi bodong.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Utara, Adi Surahmat, mengatakan OJK memiliki tiga tugas utama dalam menjaga sektor jasa keuangan, yakni mengatur, mengawasi, serta memberikan perlindungan kepada konsumen dan masyarakat.

“Tugas utama OJK terbagi tiga, yaitu mengatur sektor jasa keuangan, mengawasi sektor jasa keuangan, serta melindungi konsumen dan masyarakat. Karena itu, kami perlu setiap saat memberikan literasi seperti ini,” kata Adi.

Menurut dia, literasi keuangan menjadi semakin penting di tengah banyaknya tawaran investasi yang beredar di masyarakat. Kelompok masyarakat yang dinilai rentan perlu memperoleh pemahaman memadai agar tidak mudah terjebak dalam skema investasi ilegal.
“Kami diminta untuk memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang rentan agar selalu waspada terhadap investasi bodong. Kami yakin literasi akan efektif bila dilakukan melalui kelompok perempuan dan ibu rumah tangga,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, materi mengenai pasar modal syariah juga disampaikan Yunan Akbar dari Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia. Ia menjelaskan pasar modal secara sederhana dapat dipahami sebagai tempat bertemunya pihak yang menawarkan dan membutuhkan instrumen keuangan jangka panjang.

“Sederhananya, pasar modal adalah ‘mal’ tempat memperjualbelikan instrumen keuangan jangka panjang seperti saham, obligasi atau surat utang, reksa dana, dan produk turunannya,” jelas Yunan.

Ia menegaskan investasi melalui pasar modal syariah memiliki karakteristik yang membedakannya dari investasi konvensional karena seluruh mekanisme dan produknya harus memenuhi prinsip-prinsip syariah.

“Investasi syariah itu berkah karena memenuhi prinsip halal serta menghindari unsur judi atau maysir, ketidakpastian atau gharar, dan riba,” katanya.

Menurut Yunan, kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam produk dan kegiatan pasar modal tidak dilakukan tanpa pengawasan. Terdapat pihak yang memiliki kompetensi khusus untuk memastikan penerapan prinsip tersebut.

“Yang memastikan prinsip syariah adalah Ahli Syariah Pasar Modal. Mereka merupakan dewan pengawas syariah yang bersertifikat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua MES Maluku Utara, Iqbal M. Aris Ali, mengatakan MES merupakan organisasi nirlaba yang memiliki misi besar dalam memperluas penerapan ekonomi dan keuangan syariah di tengah masyarakat.

“MES merupakan organisasi nirlaba untuk membumikan ekonomi dan keuangan syariah yang berkontribusi signifikan dalam ekosistem perekonomian nasional,” ujar Iqbal.

Iqbal juga memperkenalkan peran perusahaan sekuritas dalam memperluas edukasi pasar modal hingga ke daerah. Salah satunya melalui jaringan Galeri Investasi yang hadir di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

“Kami di Universitas Khairun menggunakan aplikasi PROFITS yang berasal dari Phintraco. Phintraco mengedukasi pasar modal ke daerah-daerah melalui jaringan Galeri Investasi yang bekerja sama dengan ratusan universitas, sekolah, hingga desa di seluruh Indonesia,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan mengenai pasar modal, prinsip investasi syariah, perlindungan konsumen, hingga pentingnya mengenali legalitas sebuah produk investasi sebelum menempatkan dana.

Melalui Roadshow Pasar Modal Syariah tersebut, MES Maluku Utara berharap literasi ekonomi dan keuangan syariah tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi dapat mendorong masyarakat menjadi investor yang lebih cerdas, berhati-hati, serta memahami pilihan investasi yang legal, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah.