_Oleh: Rusdin Tompo (Penggiat Sekolah Ramah Anak, dan Penggiat Literasi)_

Kehadiran Bunda Pustaka tak bisa lepas dari keberadaan perpustakaan SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Lokasi yang kini jadi Perpustakaan “Gerbang Ilmu”, tadinya merupakan lahan kosong bekas rumah bujang sekolah. Sampai pada tahun 2018, lahan tersebut menjadi tempat menaruh kursi dan meja sekolah yang rusak dan patah.

Sejak awal saya bergabung di SD Negeri Borong untuk kegiatan ekstrakurikuler minat bakat, memang sudah dirasakan pentingnya keberadaan perpustakaan. Namun, tadinya hanya dirancang adanya Teras Baca dengan memanfaatkan teras di depan kelas. Lalu ada pemikiran membuat semacam lego-lego, tempat anak-anak duduk melakukan aktivitas saat jam istirahat, yang juga berfungsi sebagai tempat membaca.

Berkat pendekatan yang dilakukan oleh Dra. Hj. Hendriati Sabir, M.Pd., selaku kepala sekolah, akhirnya SD Negeri Borong punya satu gedung perpustakaan yang permanen.

Perpustakaan sekolah ini diresmikan saat diadakannya gelaran acara akhir tahun, yang diberi nama MaCCa atau Makassar Children’s Culture Festival, pada Sabtu, 15 Desember 2018. MaCCa sendiri dalam bahasa Bugis berarti pintar, cerdas.

Peresmian dilakukan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Dr. Hasbi, M.Pd., yang waktu itu merangkap sebagat Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar. Dr. Hasbi, dalam sambutannya, memberi apresiasi atas penyelenggaraan acara MaCCa tersebut. Menurutnya, event seperti ini mesti ada di setiap sekolah dan diadakan setiap tahun. Bahkan bila perlu diadakan dua kali dalam setahun, pada akhir semester.

Perpustakaan SD Negeri Borong ini rencananya akan jadi multi-fungsi, bukan hanya untuk aktivitas membaca, tetapi juga sebagai museum mini yang akan memajang memorabilia sekolah. Di perpustakaan inilah tempat anak-anak mengembangkan kreativitasnya. Mereka menggambar, menulis cerita, membaca puisi, menyanyi dan menari. Sebelumnya, aktivitas minat bakat menempati ruang di kelas 6 atau kelas 4.

Sejak ada perpustakaan, aktivitas ekstrakurikuler minat bakat lebih banyak memanfaatkan ruang perpustakaan, meski sesekali juga dilakukan di halaman sekolah dan panggung ekspresi. Aktivitas ekskul ini dinamis dan terbuka untuk semua anak. Kehadiran perpustakaan ini diabadikan oleh anak-anak dalam buku Antologi Puisi “Perpustakaan Baru”, yang terbit tahun 2019.

Meski sudah ada perpustakaan, tetapi SD Negeri Borong belum punya seorang pustakawan. Sehingga, aktivitas dan pengelolaan perpustakaan masih berjalan seadanya.

Bila ada peminjaman buku, maka anak-anak diminta mencatat sendiri pada buku peminjaman yang disediakan. Begitu pula, bila buku yang sudah dibaca itu dikembalikan. Anak-anak kemudian diajarkan menulis sendiri, sesuai lajur atau kolom yang sudah dibuat.

Walau pengelelolaan oleh ‘pustakawan cilik’ seperti ini kurang maksimal, tetapi paling tidak menunjukkan adanya aktivitas perpustakaan. Anak-anak bisa mengetahui bagaimana membuat pencatatan dalam peminjaman buku secara mandiri. Mereka juga diajarkan disiplin dan jujur dalam peminjaman dan pengembalian buku, sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Pernah sekolah merekrut pustakawan, tetapi tidak berlangsung lama. Pustakawan pertama bekerja hanya beberapa bulan. Pustakawan kedua malah lebih cepat lagi.

Dalam masa-masa seperti itu, perpustakaan terus berproses. Salah satunya, melalui pemberian Nomor Pokok Perpustakaan (NPP). 7371121 B 1000006 kepada Perpustakaan SD Negeri Borong, yang diberikan langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan, H. Muhyiddin, S.E., M.M., pada tanggal 25 Juli 2019, seusai peluncuran buku Antologi Puisi “Perpustakaan Baru”, dan buku kumpulan puisi “Pelangi di dalam Kelas” karya Riska Aulia. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN), tahun 2019.

Beberapa penyair hadir dalam acara ini, antara lain Yudhistira Sukatanya, Muhammad Amir Jaya, dan Andi Ruhban.

Setelah sekolah tidak lagi punya pustakawan, saya mengajukan usul kepada Kepala SD Negeri Borong, untuk menggunakan pola rekomendasi.

Saya sampaikan bahwa nanti kita meminta rekomendasi dari Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Muhammad Quraish Mathar, M.Hum., untuk memberikan nama yang bisa diajak sebagai pustakawan. Pendekatan rekomendasi dilakukan dengan harapan, supaya pustakawan yang akan bergabung di SD Negeri Borong sudah dikenal, punya kompetensi dan dedikasi sebagai pustakawan.

Quraish Mathar lantas merekomendasikan Saparuddin Numa, S.I.P., tamatan dari Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar.

Quraish Mathar merupakan dosen pada Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Alauddin, Makassar, jadi yang direkomendasikan itu merupakan mahasiswa atau alumninya.

Setelah bergabung dan menjadi pustakawan di SD Negeri Borong, Saparuddin Numa, mengusulkan nama perpustakaan sekolah SD Negeri Borong menjadi Perpustakaan “Gerbang Ilmu”. Keberadaan Bunda Pustaka, banyak bersentuhan dengan Perpustakaan “Gerbang Ilmu” tersebut.

Kegiatan sosialisasi Bunda Pustaka dirangkaikan dengan peringatan Hari Buku Anak Sedunia, yang dirayakan setiap tanggal 2 April. Dalam rangka Hari Buku Anak Sedunia itu, SD Negeri Borong menggalang kegiatan donasi yang diberi nama “Bederma dengan Buku”.

Program ini bertujuan untuk menambah bahan-bahan pustaka Perpustakaan “Gerbang Ilmu”, dan dalam jangka panjang, dimaksudkan guna mendukung gerakan literasi sekolah, sekaligus untuk menghadapi akreditasi perpustakaan.

Sejumlah pihak menyumbangkan bukunya, baik perseorangan maupun lembaga. Sejak digagas pada awal Maret 2021 hingga 26 Maret 2021, terkumpul sebanyak 400-an judul buku. Sumbangan buku banyak juga berasal dari ibu-ibu yang menemani anaknya mengantar buku-buku yang didonasikan tersebut langsung ke perpustakaan.

Salah satu penyumbang buku datang dari Yayasan BaKTI. Buku-buku yang disumbangkan merupakan terbitan sendiri, berupa Majalah BaKTI News, buku-buku dari Program MAMPU dan buku-buku kerja sama BaKTI dan Unicef yang diterbitkan BaKTI.

Sumbangan juga datang dari Toko Buku Gramedia Mal Ratu Indah. Dua dus berisi buku-buku dan Alat Permainan Edukatif (APE) itu diserahkan oleh Yuli Arifin, staf Radio Smart FM, yang berada satu grup dengan Kompas Gramedia.

Yuli Arifin menyerahkan bantuan itu mewakili pimpinan Toko Buku Gramedia Mal Ratu Indah (MaRI), FX. Sumaryoto. Kebetulan, anak Ibu Yuli Arifin, Kaiyyisah R. Hasugian, merupakan murid kelas 6A SD Negeri Borong.

Sumbangan dari Gramedia sebanyak 142 buku, terdiri dari cerita dongeng, buku keterampilan, cerita petualangan dan kamus bergambar bahasa Inggris.

Selain itu, juga buku cerita sambil mewarnai, buku game, alat peraga kelas rendah, puzzle, CD, dan lain-lain. Pimpinan Toko Buku Gramedia MaRI, FX. Sumaryoto, mengatakan biasanya mereka mendonasikan buku disesuaikan dengan segmen pembacanya. Pihak Gramedia ikut memberi donasi buku ke SD Negeri Borong untuk membantu meningkatkan literasi di sekolah, supaya sebaran gerakan literasi merata.

Sumbangan buku beberapa di antaranya berasal dari perseorangan. Yudhistira Sukatanya, penulis dan seniman Sulawesi Selatan, menyerahkan novel karyanya, berjudul “Surat-surat dari Sel Maut, Robert Wolter Mongisidi”.

Buku lain, yang disumbangkan, yakni buku tentang cerita anak Sulawesi Selatan dan buku tentang penulis cilik. Penyair Syahrir Patakaki Daeng Nassa, juga menyumbangkan buku karyanya “Sanja Mangkasara, Attayangi Ri Masunggua”. Buku lain datang dari Rahman Rumaday, founder Komunitas Anak Pelangi (K-Apel), yang menghibahkan buku “Perpustakaan Lorong Kelurahan Parangtambung”. Para penulis itu memberikan bukunya melalui saya, lewat jejaring pertemanan.

Ada pula sumbangan buku berupa e-book, dalam bentuk file pdf. Naskah buku digital itu menambah khazanah buku di Perpustakaan “Gerbang Ilmu”, yang memang tengah dikembangkan sebagai perpustakaan digital.

Salah satu e-book yang disumbangkan itu berasal dari Prof. Jasmal A. Syamsu, Guru Besar Universitas Hasanuddin, berjudul “Naratama Dasar”. Buku ini mengulas tentang bagaimana meningkatkan kompetensi pembina Pramuka supaya menjadi pelatih yang berkualitas dan berdaya saing. Sumbangan buku juga berasal dari Dr. Aminuddin Tarawe, Kepala Laboratorium Inovasi Balai Kota Makassar.

“Alhamdulillah, koleksi perpustakaan kami bertambah lagi. Sumbangan buku sudah lebih 500 eksemplar. Ini berkat jejaring dan partisipasi semua pihak, terutama orang tua murid,” kata Hj. Hendriati Sabir.

Hj. Hendriati Sabir sendiri ikut menyumbang sejumlah buku, di antaranya buku-buku ensiklopedia dan buku-buku yang diperoleh ketika mengikuti kegiatan benchmarking di Selandia Baru. Beliau bisa berada di Negeri Kiwi berkat hadiah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, setelah berhasil memaparkan best practice tentang pemanfaatan dana BOS, saat masih menjadi Kepala Sekolah SD Inpres Tello Baru I/2 Makassar.

Sumbangan kepada Perpustakaan “Gerbang Ilmu”, bukan hanya berupa buku-buku melainkan juga kaset, CD, dan APE. Perpustakaan memang tak cuma menyimpan karya cetak, tetapi juga karya rekam. Semua hasil sumbangan itu di-input oleh Risda, relawan di Perpustakaan “Gerbang Ilmu”, sebagai bagian dari digitalisasi perpustakaan.

Menariknya, penyerahan buku dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang di antar langsung oleh anak-anak, yang diserahkan kepada gurunya, ada juga yang diserahkan oleh orang tua kepada pustakawan SD Negeri Borong, Saparuddin Numa. Buku-buku itu diserahkan di beberapa tempat, namun semua dicatat dalam daftar sumbangan buku. Mereka yang menyumbang buku juga sangat beragam, mulai dari penulis hingga birokrat.

Sebagai perpustakaan yang belum lama berdiri, pengelola Perpustakaan “Gerbang Ilmu” SD Negeri Borong, terus mendekatkan perpustakaan ke pemustaka, di antaranya melalui digitalisasi layanan perpustakaan. Selain itu, fasilitas layanan dan inovasi juga harus dimaksimalkan, seperti ruang multimedia, teras baca dan kantin baca.

Terobosan lain yang dilakukan adalah membentuk Bunda Pustaka, agar pengelolaan perpustakaan lebih partisipatif dan kolaboratif. Termasuk program Duta Baca yang bertindak sebagai pustakawan cilik, dan beberapa program lain, yang kesemuanya bertujuan untuk membudayakan kegemaran membaca.

Pada tahun 2022, Perpustakaan “Gerbang Ilmu” SDN Borong berhasil memperoleh Akreditasi A, dan di tahun 2026 ini, menjadi salah satu Perpustakaan Ramah Anak di Kota Makassar. (*)