idea,_Jakarta, 1 Oktober 2026 – Bagi Siti Marnia atau Mama Nia, kebun bukan sekadar tempat menanam sayuran. Dari lahanpertanian di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, iamelihat peluang bagi perempuan untuk memiliki kegiatanproduktif dan ikut menopang ekonomi keluarga. SebagaiKetua Kelompok Wanita Tani (KWT), Mama Nia mengajakperempuan di sekitarnya mengembangkan pertaniansekaligus mengolah potensi lokal menjadi sumberpenghasilan.

Perjalanan itu dimulainya dari pengalaman sendiri sebagaipetani. Setelah bertani di Kendari, Mama Nia mulaimenggarap lahan di Pulau Obi pada 2015. Setahun kemudian, ia mulai bermitra dengan Harita Nickel. Dari sana, kegiatanpertanian kelompoknya berkembang melalui pendampinganbudidaya serta dukungan sarana seperti pupuk, greenhouse, dan mesin bajak. Hasil panen yang sebelumnya menjaditantangan untuk dipasarkan kini dapat terserap keperusahaan, supplier, hingga pasar lokal.

Dampaknya terasa pada biaya produksi. Mama Nia menyebutdukungan yang diterima membuat kebutuhan modal yang sebelumnya mencapai 100% dapat ditekan hingga sekitar30%. Perubahan tersebut menurutnya membuat kegiatanbertani lebih memungkinkan untuk dikembangkan sekaligusmembuka kesempatan bagi lebih banyak perempuan untukterlibat.

“Harita Nickel bukan sekadar memberi bantuan, tetapi hadirmendampingi kami. Mulai dari pengadaan pupuk, greenhouse, hingga mesin bajak. Dengan adanya program CSR Harita, kami sangat terbantukan karena modal yang tadinya 100% bisa kami pangkas hingga tersisa 30%. Hasilpanen sayur kami pun kini langsung diserap ke perusahaan, supplier, hingga pasar lokal demi kemajuan para petani di Pulau Obi,” ujar Mama Nia.

Perjalanan Mama Nia kemudian mendapat penghargaanLocal Hero pada ajang CSR & Pembangunan DesaBerkelanjutan (PDB) Awards 2026. Penghargaan kategoriPengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus tersebutdiberikan atas kontribusinya dalam pemberdayaan danpembangunan masyarakat di Pulau Obi.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu dari enampenghargaan yang diterima PT Trimegah Bangun PersadaTbk (NCKL) atau Harita Nickel dalam ajang yang diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Indonesia Social Sustainability Forum (ISSF) di Jakarta Selatan, Senin(28/9/2026).

Di luar pertanian, berbagai program Pengembangan danPemberdayaan Masyarakat PPM di Pulau Obi jugadikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Program PELITA memberikan pelatihan keterampilan bagimasyarakat lokal agar memiliki kompetensi yang sesuaidengan kebutuhan dunia kerja. Sejak diluncurkan pada 2023, program ini telah memasuki lima batch dan menghasilkanratusan lulusan.

 

Di Desa Kawasi, KAWASI BERSERI mengajak masyarakatterlibat dalam pengelolaan sampah, mulai dari pemilahanhingga pengolahan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu(TPST). Sementara itu, Rumah Belajar menyediakan ruangbagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan literasidan numerasi di luar kegiatan sekolah.

Untuk memperkuat ekonomi lokal, SENTANI mendampingikelompok tani dalam meningkatkan produktivitas pertaniandi Desa Buton. KWT Soligi sendiri menjadi wadah bagiperempuan untuk meningkatkan kapasitas danmengembangkan kegiatan ekonomi produktif berbasispotensi lokal.

Berbagai program tersebut mendapat apresiasi dalam PDB Awards 2026. PELITA, KAWASI BERSERI, dan RumahBelajar masing-masing meraih Gold, sedangkan SENTANI dan KWT Soligi meraih Silver. Penghargaan Local Hero untuk Mama Nia melengkapi enam penghargaan yang diterima Harita Nickel.

Director of Health, Safety, and Environment (HSE) HaritaNickel Tonny Gultom mengatakan, program PPM diarahkanuntuk memperkuat kapasitas masyarakat agar dapatmengembangkan potensi yang dimiliki.

“Program PPM kami diarahkan untuk memperkuat kapasitasmasyarakat agar semakin mandiri dan mampumengembangkan potensi di wilayahnya. Karena itu, kami berupaya membangun program bersama masyarakat sesuaidengan kebutuhan dan potensi lokal,” ujar Tonny.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, mengatakan dunia usaha merupakanmitra strategis dalam pembangunan desa. Menurutnya, kontribusi dunia usaha dapat mendorong lahirnya inovasi, komitmen, dan praktik terbaik dalam pengembangan desayang berkelanjutan.

“Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol pengakuantetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong lahirnyainovasi, komitmen serta praktik terbaik dalam pengembangandesa yang berkelanjutan,” katanya.

Bagi Mama Nia, perjalanan dari kebun ke pasarmenunjukkan bahwa pemberdayaan dapat dimulai daripotensi yang sudah dimiliki masyarakat. Dari hasil panenyang terserap pasar hingga semakin banyak perempuan yang terlibat, kegiatan pertanian menjadi salah satu cara bagimasyarakat Pulau Obi untuk mengembangkan kemampuandan membangun kemandirian ekonomi.