idea,_ Sejumlah masalah krusial di PT PLN (Persero) UP3 Ternate terendus ke publik. Kurang lebih enam masalah yang diungkap oleh Forum Aspirasi Pembangunan Indonesia Maluku Utara dalam aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan, Polda dan Kantor PLN (Persero) Ternate.
Dalam tuntutannya Forum Aspirasi Pembangunan Indonesia Maluku Utara mendesak General Manager PT PLN (Persero) UP3 Ternate memberikan klarifikasi terkait dugaan praktik penyimpangan pada program promo penambahan daya listrik dengan potongan harga 50 persen yang berlangsung dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional pada periode 20 Mei hingga 2 Juni 2026.
Mereka menyebut, program tersebut diikuti sekitar 1.632 pelanggan dari berbagai kategori, mulai dari rumah tangga, bisnis, industri hingga instansi pemerintah di wilayah Maluku Utara, dengan total penambahan daya (delta daya) mencapai 1.484.400 VA.

Selain itu, Polda dan Kejaksaan Tinggi juga diminta menelusuri dugaan permasalahan proyek pemasangan jaringan listrik yang berada di bawah UIW Maluku-Maluku Utara dan UP3 Ternate.
Tuntutan lainnya ditujukan kepada General Manager PT PLN (Persero) agar mengevaluasi seluruh vendor yang bekerja sama dengan PLN. Sebanyak 15 vendor yang dinilai bermasalah harus dievaluasi, bahkan diusulkan masuk daftar hitam (blacklist) apabila terbukti melakukan pelanggaran.
Tak hanya itu, aparat penegak hukum didorong mengusut adanya indikasi suap atau gratifikasi yang melibatkan salah satu vendor dengan mantan Kepala PLN UP3 Ternate. Soal ini, kata mereka, perlu ditelusuri secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami mendesak Direktur Utama PT PLN (Persero) bersama jajaran manajemen pusat segera mengevaluasi dan mencopot Kepala UIW PLN Maluku-Maluku Utara serta Kepala UP3 PLN Ternate.”ucap koordinator Forum Aspirasi Pembangunan Indonesia Maluku Utara, Aziz ketika ditemui disela-sela masa aksi, Kamis (23/7).
Aziz menegaskan, desakan ini didasarkan pada dugaan pengabaian penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Akibatnya,!telah mengakibatkan kecelakaan kerja hingga menelan korban jiwa.
Atas persoalan ini, Forum Aspirasi Pembangunan Indonesia Maluku Utaraberharap Direktur Utama PT PLN (Persero) mencopot Senior Manager Distribusi dan Transmisi UIW Maluku-Maluku Utara, Gamal R. Kambey, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas berbagai persoalan yang mereka soroti.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT PLN (Persero) UIW Maluku-Maluku Utara maupun UP3 Ternate terkait sejumlah tuntutan dan dugaan yang disampaikan. Sementara pihak kepolisian dan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara juga belum memberikan tanggapan mengenai desakan untuk melakukan penyelidikan atas dugaan-dugaan yang dimaksud.







Tinggalkan Balasan