idea,_Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027, Pemerintah Provinsi Maluku Utara memproyeksikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat menjadi Rp 3,5 triliun, atau naik sebesar 25,5 persen.

Sebelumnya, PAD Provinsi Maluku Utara tercatat sebesar Rp 800 miliar pada 2025. Pada 2026, target PAD meningkat menjadi Rp 1,6 triliun, sementara dalam usulan RAPBD 2027, PAD ditargetkan mencapai Rp 1,8 triliun.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa peningkatan tersebut turut mendorong kenaikan APBD sebesar 54 persen dibandingkan APBD 2026.

Meski demikian, Pemprov Maluku Utara masih dihadapkan pada tantangan kemandirian fiskal. Pasalnya, proporsi PAD kini mencapai 51 persen dari total pendapatan daerah. Kondisi ini menempatkan Maluku Utara pada kategori kemandirian fiskal menengah.

Kemudian belanja daerah meningkat sebesar 41,8 persen menjadi Rp 400 miliar. Untuk belanja modal diusulkan mencapai Rp 1,2 triliun atau naik 91 persen, dengan porsi sebesar 30 persen dari total belanja daerah

“Peningkatan ini menghasilkan jalan, jembatan, perbaikan sekolah, fasilitas kesehatan. Sehingga jika jalan dan jembatan terkoneksi maka biaya logistik nelayan dan petani menjadi lebih murah. Begitu juga dengan  nilai tukar petani dan nelayan bisa naik.” Demikian disampaikan Sherly dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Maluku Utara untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara di Sofifi, Senin 12 Oktober 2026.

Sherly menyebut, 30 persen dari total anggaran yang tertuang dalam RAPBD 2027 diarahkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Alokasi ini dimaksudkan untuk mempercepat konektivitas antardaerah di Maluku Utara.

“Saya akan secara briefly menjelaskan ruas-ruas kita ada kurang lebih 20-an ruas di tahun 2027 yang kita prioritaskan”jelasnya.

Halmahera Barat

Jailolo-Goal, Ibu-Kedi, Kedi -Galela

Halmahera Utara

Malifut-Muali, Latif-Darume 7 km.

Halmahera Selatan

Keliling Pulau Mokean 7 km. Untuk yang daratan Selatan Lingkar Makean dari 33 km sisa 20 km.

Pada 2026, pembangunan jalan telah terealisasi sepanjang 5 km. Sisanya 15 km ditargetkan rampung secara bertahap pada 2027 dan 2028.

Ruas Guruapin-Modayama 4,5 km, Saketa-Dahepodo tambahan 5 km. Sementara ruas yang diperkirakan masuk dalam agenda 2027 (tentatif) yaitu, Gane Luar-Gane Dalam 5 km, Rangga-Rangga-Gane Luar 5 km, dan Matuting-Rangga-Rangga 5 km. Selanjutnya Babang-Yaba 5 km. Babang-Songa 2,4 km. Songa-Wayatim 7,6 km. Laiwui-Jikodolong 7 km. Laiwui-Jikotamo-Anggai-Jikodolong-Soligi 6 km.

Sula-Taliabu

Wai Ina-Malubufa 5 km, Malbufa-Waitau 5 km, Dofa- Falabisahaya 4,7 km, Falabisahaya- Auponhia di 7 km. Falabisahaya-Wai Loba 7 km.

Tikep

Kota Sofifi 5 km. Dehepodo-Payahe 8,7 km. Serta Trans Kiaraha dilanjutkan.**