idea,_ Harapan petani di Maluku Utara untuk kembali mengolah lahan dan meningkatkan hasil perkebunan terus didorong melalui program bantuan pemerintah.

Petani yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), maupun mengalami gagal tanam akibat kekeringan, berpeluang mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pertanian meminta masyarakat yang membutuhkan dukungan tersebut agar segera mengajukan proposal. Langkah ini dinilai penting agar usulan bantuan dapat diproses dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara, Anwar M. Nur, mengatakan dukungan terhadap petani tidak hanya menyasar mereka yang terdampak bencana, tetapi juga diarahkan pada pengembangan komoditas perkebunan melalui program hilirisasi.

Sejumlah komoditas unggulan menjadi sasaran program ini, mulai dari kelapa, pala, hingga kakao. Pemerintah menargetkan hilirisasi kelapa seluas 15.000 hektar, pala 2.100 hektar, dan kakao 4.100 hektar.

“Untuk hilirisasi kelapa itu 15.000 hektar, hilirisasi pala 2.100 hektar, dan hilirisasi kakao 4.100 hektar,” ujar Anwar, Senin 12 Oktober 2026.

Upaya ini, kata dia,  diharapkan dapat memperkuat pengembangan sektor perkebunan sekaligus membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi hasil pertanian mereka.

Tak berhenti pada tiga komoditas itu, pemerintah juga merencanakan program hilirisasi cengkeh pada 2027.

Bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian utu direncanakan untuk dibagikan kepada petani di seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara, termasuk Kabupaten Pulau Taliabu.

Anwar menegaskan, partisipasi masyarakat menjadi salah satu langkah penting agar program bantuan dapat menjangkau petani yang membutuhkan. Karena itu, ia meminta petani segera menyampaikan proposal kepada instansi terkait.

“Kami meminta kepada masyarakat, kalau ingin mendapatkan bantuan itu, segera masukkan proposalnya. Dengan begitu, kita langsung proses,” tegasnya.

Melalui program bantuan dan pengembangan komoditas, pemerintah berharap petani di Maluku Utara memiliki kesempatan lebih besar untuk memulihkan lahan terdampak sekaligus mengembangkan usaha perkebunan secara berkelanjutan.