idea_ Empat OPD dibawa kepemimpinan Walikota Tidore Kepulauan (Tikep), Muhammad Sinen menghasilkan temuan realisasi belanja dan kekurangan pada pekerjaan fisik senilai Rp 529 juta.
Temuan ini tertuang dalam LHP Kota Tidore, Nomor : 14.B/LHP/XIX.TER/05/2025. Tanggal : 26 Mei 2025.
BPK menemukan kekurangan volume atas realisasi belanja modal gedung dan bangunan pada empat OPD sebesar Rp 529.505.044,43 yang mengakibatkan kelebihan pembayaran.
Empat OPD yang menjadi objek temuan meliputi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Temuan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mencapai Rp 380.396.960,71. Angka tersebut berasal dari empat pekerjaan, yakni:
- Rehabilitasi Eks Rumah Jabatan Gubernur Irian Barat sebesar Rp 201.505.118,72.
- Pembangunan Boardwalk Pulau Maitara, Tempat Wisata Maitara Utara sebesar Rp 121.208.788,31.
- Pembangunan Plaza Area Pengunjung DAK Fisik Pariwisata, Tempat Wisata Maitara Utara sebesar Rp 33.331.563,36.
- Pengadaan Lampu Taman DAK Fisik, Tempat Wisata Maitara Utara sebesar Rp 24.351.490,32.
Dinas Pendidikan
Pada Dinas Pendidikan, BPK menemukan kekurangan volume pekerjaan senilai Rp 68.032.550,13. Temuan tersebut terdiri atas:
- Rehabilitasi Ruang Kelas SMP Negeri 2 Tidore Kepulauan sebesar Rp 48.001.767,94.
- Pembangunan Aula SMP Negeri 2 Tidore Kepulauan sebesar Rp 13.402.253,67.
- Rehabilitasi Panggung Taman Edukasi SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan sebesar Rp 6.628.528,52.
Dinas Kesehatan
Temuan pada Dinas Kesehatan tercatat sebesar Rp 39.332.836,57, yang seluruhnya berasal dari pekerjaan Pengembangan Puskesmas Galala.
Dinas Lingkungan Hidup
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup memiliki temuan sebesar Rp41.742.697,02 pada pekerjaan Pembangunan Bank Sampah Induk.
Berdasarkan temuan ini, BPK merekomendasikan Wali Kota Tidore agar memerintahkan Tim Penyelesaian Kerugian Daerah (TPKD) untuk memproses pemulihan kekurangan penerimaan daerah yang telah dipungut dengan menyetorkan ke Kas Daerah.
Keempat pimpinan OPD ketika dikonfirmasi, belum memberikan tanggapan hingga berita diterbitkan.









Tinggalkan Balasan