idea,- Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (MPN PP) mengeluarkan surat keputusan reshuffle pengurus Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Maluku Utara (MPW PP Malut).

Perombakan kabinet tersebut tertuang dalam surat keputusan nomor: 1730.A1/MPN-PP/II/2026 Tentang Pengesahan Susunan dan Komposisi Fungsional Majelis Pimpinan Wilayah, Majelis Pertimbangan Organisasi  dan Dewan Pakar Pemuda Pancasila Provinsi Maluku Utara Masa Bakti 2022-2027.

Surat keputusan yang ditandatangani langsung oleh Japto S. Soerjosoemarno  selaku Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila dan Sekretaris Jenderal, H. Arif Rahman, kembali memberi kepercayaan kepada Santrani Abusama memimpin Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Maluku Utara.

Sekretaris (MPW PP Malut), Sahmar Ishak mengatakan, tujuan reshuffle  ditubuhkan organisasi tak lain bagian dari penyegaran organisasi.

Menurutnya, selain memperkuat struktur, hal ini dianggap normal dalam organisasi.

“Beberapa tahun terakhir baik kaderisasi maupun penambahan keanggotaan lewat kartu tanda anggota (KTA) masih dibilang stagnan. Dengan adanya penyegaran ini diharapkan bisa mencapai target yang ditetapkan MPN PP”ujar Sahmar dalam konferensi persnya, Rabu (4/3).

Sahmar menuturkan, pihaknya berencana bakal dikukuhkan setelah Lebaran Idul Fitri. Pada acara pengukuhan nanti, kata dia, juga akan dibuat  seminar lingkungan sebagai respons atas isu-isu pertambangan yang dianggap krusial seperti, pencemaran air, deforestasi dan kerusakan hutan, lubang tambang terbengkalai, pencemaran udara, konflik sosial dan perampasan lahan, serta reklamasi fiktif atau tidak transparan.

“Paksa Lebaran kita akan lakukan pengukuhan secara formal disertai dengan penyelenggaraan seminar lingkungan dengan tema”Keseimbangan Alam” mengingat Maluku Utara saat ini terutama di kepulauan daerah kegiatan pertambangan menjadi perhatian serius pemerintah Provinsi Maluku Utara.”katanya.

Sementara Wakil Wakil Ketua I, Rafiq Kailul menambahkan bahwa, reshuffle kepengurusan bagian dari menjalankan hasil keputusan Musyawarah besar (Mubes) pada 28 November 2025 yang digelar di Hotel Sultan Jakarta.

“Dalam Mubes itu, Malut dua tahun terakhir stagnan ditambah ada beberapa kegiatan sosial tidak jalan sehingga diperintahkan MPN untuk direvisi. Di situlah kemudian dilakukan penyegaran pengurus untuk menjalankan perintah Mubes.”jelasnya.

Ia menyampaikan, untuk agenda pengukuhan pengurus disertai seminar  lingkungan diputuskan pelaksanaannya di Ternate.

“Kenapa harus diadakan seminar lingkungan, karena di Malut sekian ratus ijin pertambangan yang beroperasi menjadi perhatian serius bagi MPW PP.”pungkasnya