idea,- Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ternate melalui Sekretaris Kota, Rizal Marsaoly, terkait kelengkapan administrasi untuk menghibahkan aset Pelabuhan Mudaffar Sjah di Kelurahan Dufa-Dufa kepada Kementerian Perhubungan.

Langkah tersebut diambil menyusul adanya keluhan warga yang ditandai dengan aksi protes terkait pengalihan tambat labuh pada 26 Februari lalu.

Pernyataan gubernur disampaikan saat menghadiri kegiatan Gebyar Pasar Murah yang dilaksanakan di Terminal Pasar Dufa-Dufa, Selasa (10/3/2026).

Menurut Sherly, jika proses administrasi dapat dirampungkan tahun ini, maka pembangunan pelabuhan bisa segera direalisasikan.

“Saya minta doakan agar tahun depan Pelabuhan Mudaffar Sjah sudah bisa dibangun,” pintanya.

Ia berharap pembangunan infrastruktur pelabuhan tersebut nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya warga yang berada di Kelurahan Dufa-Dufa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly menjelaskan bahwa saat ini status aset pelabuhan masih terbagi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Di sisi laut, aset pelabuhan berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan, sedangkan sisi darat masih menjadi aset Pemerintah Kota Ternate.

Karena itu, pemerintah daerah harus berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran  dan Otorotas Pelabuhan (KSOP) agar penganggaran pembangunan dapat dialokasikan oleh kementerian.

“Karena itu maksud dari koordinasi dengan KSOP adalah dalam waktu dekat aset di sisi darat akan kami serahkan ke kementerian. Pemerintah kota akan melengkapi administrasi penyerahan aset agar pengakuan aset ini memudahkan kementerian mengalokasikan anggaran,” pungkasnya.