Pelayanan Buruk, Penumpang Ferry Bastiong Ternate Desak Tiket Online
Idea, Kualitas pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Ferry Bastiong, Kota Ternate, dinilai buruk oleh pengguna jasa.
Mengapa tidak. Sistem pelayanan yang terapkan ASDP Ferry kini masih konvensional, semrawut dan kerap merugikan penumpang. Kondisi ini berdampak pada penumpukan antrean penumpang dan kendaraan hingga berujung pada keterlambatan jadwal keberangkatan kapal yang merugikan pengguna jasa.
Keluhan utama pengguna jasa tertuju pada sistem penjualan tiket yang dinilai tidak efektif. Penjualan tiket masih terpusat pada satu titik loket untuk melayani berbagai rute penyeberangan, mulai dari Sofifi, Tidore, Moti, Makian, Kayoa, Bacan hingga Sidangoli.
Sistem pelayanan yang terpusat ini memicu antrean panjang setiap hari. Akibatnya, calon penumpang harus berdesakan menunggu giliran, sementara proses pembelian tiket menjadi lambat dan berpotensi menghambat kelancaran keberangkatan kapal.
Selain masalah tiket, ketidakpastian waktu keberangkatan dan kedatangan kapal juga menjadi keluhan klasik yang tak kunjung dibenahi. Jadwal yang sering molor membuat penumpang terkatung-katung di area pelabuhan.
Salah satu penumpang yang terdampak adalah Jainul Yusup, warga yang hendak menuju Sofifi. Jainul gagal berangkat akibat terjebak antrean loket yang panjang.
“Pelayanan di Pelabuhan Bastiong ini benar-benar buruk dan merugikan. Saya tidak bisa berangkat ke Sofifi pada jadwal pagi karena tertahan di antrean tiket yang sangat lama. Loketnya hanya satu untuk semua rute, ini sangat tidak efektif,” ujar Jainul dengan nada kecewa, Sabtu (10/10).
Melihat kondisi pelayanan yang dinilai sudah darurat, Jainul bersama sejumlah penumpang lain mendesak pihak pengelola untuk segera melakukan pembenahan total. Salah satu solusi yang mereka tawarkan adalah menghadirkan sistem penjualan tiket secara daring (online).
“Sudah selayaknya pengelola membuka penjualan tiket online. Di era digital seperti sekarang, penumpang tidak seharusnya berdesak-desakan dan mengantre berjam-jam. Jika sistem online diterapkan, transparansi akan terjaga dan masyarakat bisa lebih tenang merencanakan perjalanan,” pungkas Jainul.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas pengelola Pelabuhan Ferry Bastiong Ternate belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan penumpang dan desakan penerapan tiket online tersebut. (*)







Tinggalkan Balasan