idea,_ Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Maluku Utara melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bagi kelompok petani Hangout and Friends di Desa Taba Cempaka, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat, Rabu–Kamis (3–4 Juni 2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIT hingga selesai tersebut mengangkat tema “Kolaborasi untuk Petani Muda” sebagai upaya membangun kerja sama antarinstitusi dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta penguatan kapasitas petani dalam mengelola usaha pertanian secara berkelanjutan.
Sebanyak 27 peserta mengikuti kegiatan pendampingan yang menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat FEB Unkhair bersama MES Wilayah Maluku Utara. Pendampingan ini merupakan kegiatan yang telah dilakukan secara berkelanjutan oleh akademisi FEB Unkhair untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan aktivitas ekonomi berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendampingan dalam aktivitas pertanian agar proses produksi dapat direncanakan dengan baik dan mampu memberikan hasil yang optimal. Melalui program tematik ini, petani diberikan pemahaman mengenai perencanaan usaha, pengelolaan biaya, pola tanam, serta pencatatan keuangan sederhana.
Petani Didorong Memiliki Perencanaan Usaha yang Jelas
Dosen FEB Universitas Khairun, Himawan Sardju, menyampaikan bahwa perencanaan merupakan bagian penting dalam menjalankan usaha pertanian. Menurutnya, petani perlu menentukan fokus produk yang dikembangkan agar memiliki keunggulan dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.
“Perencanaan dalam setiap usaha sangat penting, agar torang so ada gambaran. Fokus pada jenis produk yang ditanam agar bisa ciptakan keunggulan,” ujar Himawan.
Ia menjelaskan bahwa keberlanjutan produksi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian. “Pasar itu ingin agar hasil pertanian dapat berkesinambungan dan memiliki kualitas yang baik, meskipun jumlahnya sementara masih belum banyak,” tambahnya.
Menurut Himawan, kualitas dan konsistensi hasil pertanian menjadi aspek yang perlu diperhatikan petani dalam membangun usaha yang lebih berkembang.
Pentingnya Mengatur Pola Tanam dan Biaya Pertanian
Dosen Akuntansi FEB Unkhair sekaligus Ketua MES Wilayah Maluku Utara, Iqbal M. Aris Ali, menjelaskan bahwa karakteristik pertanian yang bersifat musiman membutuhkan strategi pengelolaan yang tepat agar petani tetap memiliki pemasukan secara berkelanjutan.
“Karena hasil dari pertanian ini bersifat musiman, maka perlu diatur ada pola tanam yang bisa menghasilkan uang masuk,” kata Iqbal.
Ia menambahkan bahwa perencanaan biaya menjadi hal penting agar petani mampu mengetahui kebutuhan utama maupun biaya variabel dalam proses produksi. “Karena itu, perlu ada perencanaan biaya sehingga memudahkan torang untuk menentukan biaya utama dan variabel yang diperlukan,” jelasnya.
Selain itu, Iqbal mengingatkan petani agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait pinjaman modal. “Perlu diwaspadai untuk melakukan pinjaman. Perhatikan secara detail, terutama syarat dan ketentuan. Hindari bunga yang besar karena bisa membahayakan usaha dan keluarga,” tegasnya.
Ia juga mengajak petani membangun kebiasaan pencatatan keuangan sederhana. “Mari torang buat perencanaan keuangan walaupun sederhana saja, biar ada catatan untuk kendalikan keinginan,” ujarnya.
Kenalkan Pengelolaan Keuangan Sederhana bagi Petani
Dosen FEB Unkhair sekaligus pengurus MES Wilayah Maluku Utara, Gregorius Jeandry, menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu petani mengetahui kemampuan finansial sebelum memasuki musim tanam berikutnya.
“Dengan perencanaan keuangan yang baik, kita akan memperoleh informasi kemampuan keuangan untuk belanja pada musim tanam berikut,” ungkap Gregorius.
Ia mendorong masyarakat membuat laporan keuangan sederhana dengan memprioritaskan kebutuhan yang paling penting. “Buat saja laporan yang sederhana, bikin dulu daftar biaya yang menjadi prioritas, baik itu kebutuhan pertanian dan rumah tangga,” katanya.
Gregorius juga memperkenalkan penggunaan aplikasi sederhana sebagai salah satu alternatif untuk membantu masyarakat melakukan pencatatan keuangan. “Bapak dan Ibu bisa juga pakai aplikasi yang sederhana, torang sudah lampirkan caranya di panduan,” tambahnya.
Kolaborasi Akademisi untuk Petani Muda Berkelanjutan
Melalui kegiatan PkM ini, FEB Unkhair bersama MES Wilayah Maluku Utara memberikan pendampingan kepada kelompok petani Hangout and Friends agar mampu meningkatkan kemampuan dalam merencanakan dan mengelola usaha pertanian.
Kegiatan berlangsung melalui penyampaian materi, diskusi bersama peserta, serta pendampingan terkait aspek usaha dan keuangan pertanian.
Program “Kolaborasi untuk Petani Muda” diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kemandirian petani, meningkatkan produktivitas, serta membangun pola usaha pertanian yang lebih terencana dan berkelanjutan di Desa Taba Cempaka.(*)








Tinggalkan Balasan