idea,_Universitas Khairun (Unkhair) melalui Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK) menyelenggarakkan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Evaluasi Data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Periode 2025-2

Kegiatan berlangsung hingga 22 Oktober 2026, di Aula Nuku Lt. 4, Gedung Rektorat Unkhair, Ternate, Rabu (21/10/2026), ini diikuti 54 oeperator program studi (prodi), dan kepala bagian dari delapan fakultas dan Program Pascasarjana.

Bimtek ini turut hadirkan Kepala UPA TIK Unkhair, Ir. Salkin Lutfi, S.Kom., M.T, dan Kepala Bagian Akademik BAKK Unkhair, Haris Idrus, S.H., M.H, sebagai narasumber memperkuat pemahaman teknis operator dalam pengelolaan dan pelaporan data akademik.

Bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi operator, dan perkuat tata kelola data akademik yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair, Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si, menyampaikan sinkronisasi data menjadi perhatian penting menyusul adanya perbedaan jumlah mahasiswa aktif antara data PDDikti, dan administrasi internal.

Dr. Hasan menjelaskan, berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah mahasiswa tercatat dalam administrasi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester ganjil 2026 sebanyak 14.510 mahasiswa. Sementara itu, data mahasiswa aktif pada PDDikti tercatat sebanyak 15.351 mahasiswa.

“Berarti ada selisih data sekitar 831 mahasiswa. Ini yang harus kita cari tahu, dan sinkronkan bersama masing-masing program studi,” ujar Hasan setelah membuka kegiatan Bimtek, Selasa (21/10/2026).

Menurutnya, perbedaan itu, perlu ditelusuri untuk memastikan kesesuaian status mahasiswa, pembayaran UKT, dan data yang dilaporkan ke PDDikti.

Ia mengajak kepada para operator prodi melakukan pemeriksaan silang terhadap sumber data yang tersedia agar tidak terjadi perbedaan informasi antara PDDikti, Sistem Informasi Akademik (SIMAK), dan data pembayaran UKT.

Ketepatan data, kata Dr. Hasan bukan hanya penting untuk memenuhi kewajiban pelaporan akademik, tetapi juga menjadi dasar pengambilan kebijakan, dan pertanggungjawaban perguruan tinggi kepada kementerian.

Selain itu, kesiapan data diperlukan untuk mengantisipasi kebijakan pemerintah terkait bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa.

“Karena itu, data kita harus dibenahi sejak sekarang. Jangan sampai ada data yang tidak sesuai ketika dilaporkan ke kementerian,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempersiapkan pelaporan semester genap 2025 yang dijadwalkan berakhir pada 30 Oktober 2026, sekaligus menyiapkan pelaporan semester ganjil 2026.

Terpisah, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK) Unkhair, M. Tahir Abd. Tahir, S.H, mengatakan Bimtek difokuskan pada evaluasi dan validasi data mahasiswa, sinkronisasi PDDikti dengan SIMAK, serta identifikasi permasalahan dalam pelaporan akademik.

Para operator prodi mendapatkan penguatan teknis untuk memeriksa kesesuaian data dengan dokumen sumber, memverifikasi status mahasiswa dan aktivitas akademik, serta melakukan perbaikan sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku.

Langkah tersebut, Kabiro BAKK menyebutkan diperlukan agar data yang dilaporkan benar-benar sesuai dengan kondisi akademik mahasiswa, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui kegiatan ini, BAKK Unkhair juga mendorong peningkatan koordinasi antara operator prodi, pimpinan prodi, fakultas, Program Pascasarjana, dan pengelola SIMAK.

Setiap permasalahan data diharapkan dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara terukur dengan dukungan dokumen yang valid. Dengan pengelolaan data yang tertib, akurat, dan terintegrasi, Unkhair berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan akademik, mendukung proses akreditasi, serta memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang transparan dan akuntabel. (*)