idea,- Tujuh mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun (FPIK Unkhair) memulai pengalaman baru di luar ruang kelas.

Senin, 9 Maret 2026, mereka resmi mengikuti program Magang Berdampak di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon.

Bagi para mahasiswa itu, magang bukan sekadar kewajiban akademik. Di Balai Budidaya tersebut, mereka akan berhadapan langsung dengan praktik perikanan laut, mulai dari proses produksi hingga pengelolaan budidaya yang selama ini lebih banyak mereka pelajari lewat teori.

Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara FPIK Unkhair dan BPBL Ambon.

Kedua lembaga sepakat memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan perikanan budidaya laut.

Pertemuan dengan tujuh mahasiswa magang dari FPIK Unkhair (Dok. Humas Unkhair).

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FPIK Unkhair, Irwan Abdul Kadir, S.Pi, M.Si, menyampaikan apresiasinya kepada BPBL Ambon yang telah memberi ruang belajar bagi mahasiswa.

Menurut Irwan, pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja.

“Kami berharap mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi teknis, menjaga kedisiplinan, dan menyelesaikan kegiatan penelitian serta praktik kerja lapangan sesuai standar akademik,” ujarnya.

Kepala BPBL Ambon, Manijo, S.St, menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Ia menilai kerja sama dengan perguruan tinggi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia di sektor perikanan.

Manijo mengingatkan para mahasiswa agar tidak hanya belajar soal teknik budidaya, tetapi juga mengasah sikap profesional, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim.

“Tantangan generasi muda sekarang berbeda. Mereka perlu terus meningkatkan kemampuan, termasuk bahasa asing dan keterampilan interpersonal,” katanya.

Setelah sambutan, dilakukan penyerahan resmi tujuh mahasiswa magang dari FPIK Unkhair kepada pihak BPBL Ambon.

Penandatanganan perjanjian kerja sama juga dilaksanakan pada kesempatan yang sama. Kesepakatan tersebut berlaku selama tiga tahun.

Kegiatan ini turut dihadiri Dr Mufti Abdul Murhum, S.Pi, M.Si, dosen pendamping mahasiswa dari FPIK Unkhair, serta Rusli Raiba, pembimbing lapangan dari BPBL Ambon.

Melalui program ini, FPIK Unkhair berharap mahasiswa dapat merasakan langsung dinamika kerja di sektor perikanan budidaya laut.

Bagi kampus dan lembaga pemerintah, kerja sama semacam ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan lapangan, terutama dalam mendorong pengembangan sektor kelautan di kawasan Indonesia Timur.*