idea,- Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna Budi Djiwandono dan Sekertaris Jendral A. Malik Haramain menginstruksikan Satgas PNKT untuk menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah yang terdampak bencana banjir di Provinsi Sumatera Barat. 

Instruksi ini menandai komitmennya dalam aksi sosial dan kemanusiaan melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) PNKT.

Di mana salah organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia ini menyatakan kesiapannya untuk terus menjadi garda terdepan membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan bencana.

Kesiapsiagaan ini, merupakan bagian dari pengejawantahan nilai-nilai dasar Karang Taruna, yaitu Aditya Karya Mahatva Yodha, yang menuntut setiap kader untuk memiliki jiwa pengabdian sosial yang tinggi.

Fathur Rohman, selaku Koordinator Lapangan Tim Satgas PNKT, menyampaikan bahwa seluruh personel Satgas telah dibekali dengan koordinasi yang matang dan mentalitas petarung kemanusiaan.

Menurutnya, tugas Satgas bukan sekadar hadir di lokasi, tetapi membawa solusi nyata bagi warga yang membutuhkan.

“Kami di Satgas PNKT tidak pernah memandang ringan setiap tugas kemanusiaan yang diberikan. Bagi kami, menjadi garda terdepan adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab moral. Kehadiran Satgas adalah bentuk nyata bahwa Karang Taruna selalu ada dan berlipat ganda saat rakyat membutuhkan bantuan,”ujar Fathur.

Ia menuturkan, penguatan tim di lapangan terus dilakukan melalui sinkronisasi instruksi dari pengurus nasional hingga ke tingkat daerah. Hal ini memastikan setiap langkah taktis yang diambil berjalan efektif, cepat, dan tepat sasaran.

Fokus utama Satgas PNKT dalam menjalankan mandatnya, memiliki beberapa pilar utama yakni, pertama respons cepat bencana.

“Menjadi tim awal yang melakukan asesmen dan bantuan darurat di wilayah terdampak bencana.”jelasnya 

Kedua, mitigasi sosial yang lebih mengarah pada mengidentifikasi potensi masalah sosial di masyarakat dan melakukan langkah pencegahan dan terakhir distribusi

Ketiga, logistik kemanusiaan, artinya memastikan bantuan sampai kepada mereka yang paling membutuhkan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

“Instruksi kami jelas, jangan pulang sebelum tugas selesai. Satgas PNKT harus menjadi motor penggerak solidaritas sosial. Kami siap bersinergi dengan pemerintah dan elemen masyarakat lainnya demi misi kemanusiaan ini,”tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan Tim Satgas PNKT, Fathur mengatakan pihaknya optimis terus memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan memperkuat jaring pengaman sosial melalui aksi-aksi nyata di lapangan.**