idea,_ Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara (Dikbud Malut), Abubakar Abdullah menegaskan, sekolah SMA/SMK dan SLB penerima BOS-P kooperatif menyampaikan laporan yang diminta BPK.

Pemeriksaan yang dilakukan BPK Perwakilan Malut saat ini yaitu pengelolaan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOS-P) 2025 hingga 2026.

“Pemeriksaan kinerja dari BPK untuk pengelolaan dana BOS-P untuk 2025 dan semester pertama 2026. Proses lagi jalan selama 30 hari, sekarang sudah 10 hari. Masih tetap berjalan dan sejauh ini tidak ada masalah.”ujarnya, Sabtu (12/9)

Aka sapaan akrab Abubakar Abdullah mengungkapkan, BPK raka lama lagi bakal mendatangi beberapa sekolah penerima BOS-P untuk pengambilan sampel.

“Terutama dari supporting data dari pengelola BOS- P, data-data dari kepala sekolah yang diminta oleh BPK sudah diberikan. Mungkin nanti waktunya mereka juga akan sampling ke sekolah sesuai dengan jadwal yang sudah mereka tetapkan.” jelasnya

Ia meyakini, selama proses audit tidak ditemukan masalah serius“Tapi sejauh ini terakhir saya sempat juga berkunjung di tempat basecamp pemeriksaan, saya tanyakan. Alhamdulillah supporting data dukungan dinas untuk memenuhi yang diminta relatif sangat baik menurut teman-teman dari BPK.” ucapnya.

Untuk memastikan hal tersebut, ideapublik kemudian melakukan konfirmasi SMA Negeri 1 Kota Ternate yang juga penerima BOS-P.

“Yang jelas tim BOS di sekolah sudah menyiapkan semua dokumen itu. Apa yang dimintakan dikirimkan link-nya.” jelas Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Ternate, Sabaria Umahuk.

Menurutnya, tim BOS-P maupun BOSDA sudah melayangkan data yang dibutuhkan oleh tim BOS provinsi dan  telah diteruskan ke PPK.

“Baik anggaran 2025 maupun 2026 tahap satu. Kalau SMA 1 untuk BOS-P reguler itu Rp 2,3 miliar. Sementara BOSDA Rp 700 juta. Dan tahun ini SMA 1, baru pertama kali menerima dana BOS Kinerja Sekolah Prestasi sebesar 87 juta.”tandasnya.