idea,_ Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun (FKIK Unkhair) menggelar Rapat Senat Terbuka Pengambilan Sumpah Dokter Periode XIV Tahap III Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (25/7/2026).

Prosesi itu, sebanyak tujuh dokter baru resmi mengucapkan sumpah profesi sebagai tanda dimulainya pengabdian di dunia pelayanan kesehatan.

Acara itu dihadiri Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Khairun, Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unkhair, Dr. dr. Andi Siti Nur Afiah, Sp.PK., M.Kes, Ketua SPI, Dr. Herman Darwis, S.E., M.SA., Ak, Kepala BAKK Ir. Nurdewi Rizka, S.P., M.Pd, serta Koordinator Prodi Pendidikan Profesi Dokter, Dr. dr. Eko Sudarmo D. Prihanto, Sp.PD., FINASIM,

Turut hadir, pengurus Ikatan Alumni Dokter FKIK Unkhair. Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Direktur RSUD Dr. Chasan Boesoirie Ternate, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, serta jajaran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku Utara dan IDI Cabang Kota Ternate.

Mewakili Rektor Unkhair, Dr. Hasan Hamid, dalam sambutannya, menyampaikan pengambilan sumpah dokter bukan sekadar seremoni akademik, melainkan deklarasi moral dan profesional yang menjadi awal pengabdian seorang dokter kepada masyarakat.

“Profesi dokter merupakan profesi yang memperoleh kepercayaan sangat besar dari masyarakat. Kepercayaan itu harus dijaga melalui kompetensi yang terus diperbarui, integritas yang tidak tergoyahkan, serta pelayanan yang berlandaskan empati, kejujuran, dan tanggung jawab,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada periode ini terdapat dua dokter lulus dengan predikat pujian, dan lima dokter meraih predikat sangat memuaskan. Enam lulusan berasal dari Kota Ternate, Maluku Utara, dan satu lulusan berasal dari Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Bertambahnya lulusan pada periode ini, hingga saat ini FKIK Unkhair telah menghasilkan 164 dokter yang mengabdi di berbagai wilayah Indonesia,” katanya.

Dr. Hasan juga mengingatkan para dokter baru agar terus meningkatkan kompetensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi kesehatan, seperti artificial intelligence, precision medicine, telemedicine, dan digitalisasi layanan kesehatan lainnya.

Menurutnya, Unkhair terus memperkuat mutu pendidikan dokter melalui kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan kerja sama dengan rumah sakit pendidikan, pengembangan riset kesehatan, serta perluasan jejaring nasional dan internasional.

Sementara, mewakili dokter yang baru disumpah, dr. Muhammad Wahyu Tryadi menyampaikan rasa syukur atas perjuangan panjang selama menempuh pendidikan profesi.

“Di balik jas putih yang kami kenakan tersimpan begitu banyak cerita perjuangan. Kami masih mengingat malam-malam panjang di rumah sakit dan masa-masa menghadapi Ujian Kompetensi Nasional Kedokteran yang menguji kemampuan sekaligus keteguhan hati kami,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang terus memberikan doa dan dukungan.

“Gelar dokter yang hari ini kami dapat sejatinya milik orang tua kami. Terima kasih atas doa, pengorbanan, dan kepercayaan yang tidak pernah putus. Semoga kami menjadi dokter yang amanah dan mengabdikan ilmu untuk masyarakat,” katanya.

Prosesi sumpah dokter juga dilakukan penyematan jas dokter secara simbolis oleh Wakil Rektor I Unkhair bersama Dekan FKIK Unkhair, dilanjutkan penyerahan alumni dari Dekan FKIK kepada Ketua Ikatan Alumni Dokter FKIK Unkhair.

Adapun tujuh dokter muda yang mengucapkan sumpah profesi, yakni dr. Andryan Kurniawan Yau, dr. Aniswati Furqani, dr. Ayu Novira Rahmaniyah, dr. Firman Syach Thenu, dr. Fitria Anggaina A. Mustafa, dr. Muhammad Wahyu Tryadi, dan dr. Zaify Diva Marhani Marzy.

Dari tujuh lulusan tersebut, dr. Muhammad Wahyu Tryadi meraih IPK tertinggi 3,86 dengan predikat pujian, disusul dr. Fitria Anggaina A. Mustafa dengan IPK 3,78 dan predikat pujian. Lima lulusan lainnya memperoleh predikat sangat memuaskan. (*)