idea,- Tim Pencegahan Satgaswil Maluku Utara  (Malut) melakukan “ Roadshow Kebangsaan”berupa sosialisasi tentang bahaya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme di SD Negeri 5 Kota Terante, Sabtu (10/1).

Kegiatan ini juga disertai dengan pemaparan terkait pengawasan terhadap anak dalam penggunaan media sosial yang kepesertaannya diikuti oleh para guru dan siwa-siswi di sekolah setempat.

Kegiatan mulai Pukul 09.30 WIT. Personel Tim Cegah Satgaswil Maluku Utara dipelopori oleh Bripka M.Novrijal, Briptu Andi Rusli Putra dan Briptu Akbar Umaternate.

Kepala Sekolah SD Negeri 5 Kota Ternate turut serta di dalamnya. Sebanyak 50 siswa-siswi  kelas 5 dan 6 SD yang jadi peserta. Narasumber roadshow dibawakan Bripka M.Novrijal.

Tujuan kegiatan ini untuk menguatkan pemahaman peserta didik mengenai konsep-konsep dasar intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) sebagai bagian dari pembentukan kesadaran keamanan di lingkungan sekolah.

Mengedukasi siswa tentang berbagai pola dan pendekatan yang digunakan kelompok radikal dalam menjangkau remaja, sehingga mereka memiliki kemampuan deteksi dini.

Menanamkan nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, dan etika bermasyarakat sebagai bekal untuk menciptakan budaya sekolah yang harmonis dan inklusif.

Mengangkat isu bullying sebagai salah satu faktor yang meningkatkan kerentanan psikologis remaja terhadap paparan ideologi kekerasan.

Mendorong siswa untuk memiliki ketajaman literasi digital dalam menghadapi arus informasi, khususnya terkait propaganda ekstremisme di ruang siber.

Sementara output yang dihasilkan dalam kegiatan yaitu, peserta memperoleh gambaran komprehensif mengenai ancaman IRET serta memahami relevansinya dengan dinamika yang mungkin muncul di lingkungan sekolah maupun media sosial.

Siswa menunjukkan peningkatan kewaspadaan terhadap modus perekrutan kelompok radikal, baik yang bersifat langsung, terselubung, maupun berbasis digital.

Terbangunnya sikap kritis terhadap tindakan perundungan (bullying) dan kesadaran bahwa perilaku tersebut dapat membuka ruang bagi proses radikalisasi.

Pelajar lebih terampil dalam mengidentifikasi konten bermuatan provokatif atau manipulatif serta lebih mampu menyaring informasi yang mereka terima secara daring.

Pesan-pesan pencegahan, termasuk ajakan untuk menjaga kerukunan, keamanan, dan toleransi di lingkungan sekolah, tersampaikan secara efektif dan diterima positif oleh para siswa maupun guru.

Di samping itu, Tim Pencegahan Satgaswil Malut membagikan brosur tentang “BEBAS BERSOSMED DENGAN AMAN DAN BIJAK” Kepada ketua-ketua kelas dan Plh Kepala Sekolah SD Negeri 5 Kota Ternate.