idea,- Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB Unkhair) menggelar program “Goes to School” dengan menyambangi sejumlah SMA, SMK, dan MA di Maluku Utara, Jum”at (13/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Mengusung tema “Membangun masa depan berbasis kearifan lokal dan inovasi global”, tim FIB memperkenalkan lima program studi, yakni Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Ilmu Sejarah, Antropologi Sosial, dan Usaha Perjalanan Wisata.
Sosialisasi juga mencakup penjelasan jalur masuk Univkhair melalui tiga skema seleksi, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui Ujian Tulis Berbasis Tes (UTBK), serta jalur Mandiri.
Koordinator Program Studi Ilmu Sejarah FIB Unkhair, Jainul Yusup, yang memimpin sosialisasi di Kabupaten Kepulauan Sula dan Halmahera Timur, mengatakan pembelajaran di FIB kini berkembang lebih dinamis dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. “Mahasiswa tidak hanya belajar bahasa, sastra, sejarah, budaya, dan pariwisata, tetapi juga dibekali keterampilan digital humanities, industri kreatif, hingga manajemen budaya,” ujar Jainul.
Ia menambahkan, FIB didukung sejumlah fasilitas, antara lain laboratorium bahasa, laboratorium sejarah, laboratorium antropologi, perpustakaan digital, serta ruang kreatif mahasiswa.
Selain pengenalan program studi, tim juga menyampaikan informasi mengenai berbagai skema beasiswa yang dapat diakses calon mahasiswa, seperti KIP Kuliah, beasiswa pemerintah daerah, beasiswa sektor pertambangan, beasiswa transmigrasi dari kementerian terkait, hingga beasiswa Bank Indonesia serta dukungan pemerintah desa.
“Beasiswa tersedia cukup banyak. Siswa perlu aktif mencari informasi dan mempersiapkan diri,” kata Jainul.
Menurut dia, alumni FIB Unkhair telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari perbankan, media, pendidikan, hingga instansi pemerintahan.
Sosialisasi berlangsung di sejumlah sekolah, antara lain SMA Negeri 1 Kepulauan Sula, SMK Negeri 1 Kepulauan Sula, SMA Al Hilal Sula, dan MAN 1 Kepulauan Sula. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab, terutama terkait peluang pertukaran mahasiswa dan kehadiran dosen tamu dari tingkat nasional hingga internasional.
Jainul menegaskan, FIB ingin mendorong generasi muda Maluku Utara melihat identitas budaya sebagai modal strategis di masa depan.
“Di FIB, mahasiswa tidak hanya mempelajari masa lalu, tetapi juga belajar mengemas budaya, bahasa, dan sejarah dengan teknologi serta komunikasi modern,” ujarnya.*











Tinggalkan Balasan