idea,_Kehadiran cold storage (ruang pendingin) berbentuk kontainer di tengah kawasan permukiman Perumahan Louw Permai, RT 005/RW 003, Kelurahan Ngade, Kecamatan Ternate Selatan, menuai protes keras warga.

Fasilitas milik salah satu pengusaha ayam asal China, itu dinilai melanggar batas kewajaran karena beroperasi di lingkungan hunian dan memicu gangguan serius bagi warga sekitar.

Bukan sekadar bising aktivitas usaha, warga kini harus menghadapi hawa panas yang dipancarkan dari mesin pendingin kontainer yang disebut terasa hingga ke dalam rumah.

Kondisi ini memperburuk kenyamanan tinggal, terutama pada siang hari saat suhu meningkat.

“Panasnya langsung terasa sampai ke rumah. Ini sudah sangat mengganggu,” ujar A. Herman, salah satu warga, Jumat (17/4/2026).

Masalah tak berhenti di situ. Mobil truk bertonase besar yang hilir mudik mengangkut barang dari lokasi cold storage turut memperparah situasi. Setiap kali melintas di jalan kompleks, kendaraan tersebut memicu debu beterbangan, mengotori lingkungan dan berpotensi mengganggu kesehatan warga.

Warga menilai aktivitas usaha tersebut tidak layak berada di kawasan pemukiman. Mereka khawatir dampak jangka panjang, baik terhadap kesehatan maupun kualitas hidup, akan semakin memburuk jika tidak segera ditangani.

“Kami tidak menolak usaha, tapi tempatnya harus sesuai. Ini lingkungan perumahan, bukan kawasan industri,” tegas warga lainnya.

Desakan pun diarahkan kepada Pemerintah Kota Ternate untuk tidak tinggal diam. Warga meminta pemerintah segera turun tangan melakukan inspeksi, mengevaluasi izin usaha, serta mengambil langkah tegas, baik penertiban maupun relokasi ke kawasan yang sesuai peruntukannya.

Sementara itu, saat upaya konfirmasi dilakukan di lokasi, seorang karyawan yang ditemui mengaku tidak mengetahui keberadaan pemilik usaha. Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola cold storage belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik, bagaimana sebuah fasilitas industri bisa beroperasi di tengah permukiman tanpa pengawasan ketat? Kini, bola ada di tangan pemerintah, apakah akan bertindak, atau membiarkan keresahan warga terus berlarut.*