idea,- Air bah yang menerjang Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, pada 8 Januari 2026 memang telah surut. Namun, jejak bencana masih membekas di kehidupan warga. Kerusakan rumah, keterbatasan akses layanan dasar, hingga masalah kesehatan dan tekanan psikologis masih dirasakan keluarga terdampak.

Di empat desa, yakni Gamlamo, Tongute Ternate Asal, Gam Ici, dan Tongute Ternate, banjir tak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga menyisakan persoalan pascabencana yang kompleks.

Merespons kondisi tersebut, dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun (FKIK Unkhair) Ternate, turun langsung mendampingi warga melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

FKIK Unkhair melakukan pemeriksaan terhadap warga terdampak banjir (dok. Humas Unkhair).

Kegiatan kemanusiaan itu berlangsung selama tiga hari, 13–15 Januari 2026, sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ketua tim pengabdian FKIK Unkhair, dr. Wahyunita Do Toka, M.Biomed, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menerjemahkan kewajiban akademik ke dalam kerja nyata, khususnya dalam situasi darurat pascabencana.

“Kami fokus pada pemulihan kesehatan masyarakat dan pendampingan psikososial warga terdampak,” kata Wahyunita, Minggu, 18 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan pengabdian dilakukan dengan pendekatan lintas disiplin ilmu. Tim terdiri atas seorang dokter, empat apoteker, dua dosen psikologi, serta dua mahasiswa TBM Langerhans FKIK Unkhair.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyaluran bantuan logistik, mulai dari peralatan masak, bahan pangan, hingga popok bayi dan balita.

Penyaluran bantuan logistik (dok. Humas Unkhair).

Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama kelompok rentan.

Selain bantuan logistik, lanjut dr. Wahyunita, tim juga menggelar pemeriksaan kesehatan yang dipusatkan di Desa Tongute Ternate.

Layanan meliputi skrining kesehatan umum serta penanganan keluhan yang kerap muncul pascabanjir, seperti infeksi kulit dan gangguan saluran pernapasan.

Wahyunita, yang juga Koordinator Program Studi Pendidikan Dokter FKIK Unkhair, berharap kehadiran timnya dapat memberi dampak nyata bagi pemulihan warga.“Kami ingin membantu memulihkan kesehatan fisik sekaligus menguatkan mental warga agar mampu bangkit dan melanjutkan kehidupan pascabencana,” ujarnya.*