“Kebaikan yang ditinggalkan untuk masyarakat akan menjadi amal jariah yang terus hidup. Bangunlah bukan hanya gedung, tetapi juga harapan, kepedulian, dan manfaat yang kelak dikenang dengan doa” -Alm.H. Burhan Abdurrahman-

Bagi saya, Almarhum Haji Burhan Abdurrahman bukan sekadar seorang Wali Kota. Beliau adalah sosok pemimpin sekaligus orang tua yang mengayomi, memberi kepercayaan, dan menghadirkan ruang bagi bawahannya untuk berkarya. Hingga hari ini, jejak kepemimpinannya masih dapat dibaca dengan jelas melalui wajah dan tata ruang Kota Ternate.

Warisan pembangunan infrastruktur yang Beliau tinggalkan bukan hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai penanda visi jauh ke depan. Salah satu yang paling nyata adalah pembangunan Landmark Kota Ternate.

Jauh sebelum kota-kota lain menghadirkan ikon ruang publik di kawasan pesisir, gagasan beliau telah lebih dahulu mengarah ke sana. Sekitar tahun 2013, pembangunan landmark mulai diwujudkan dengan tekad menjadikannya sebagai sentral sekaligus titik orientasi ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Ternate.

Pemikiran beliau tentang wajah kota menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya soal fungsi, tetapi juga identitas dan kebanggaan daerah.

Saya masih mengingat ketika mengusulkan pembangunan rigid pavement di Terminal Gamalama pada tahun 2017.  Saat itu, beliau cukup berhati-hati karena proyek tersebut menggunakan APBD murni dan pembiayaannya cukup tinggi.

Pelaksanaannya pun harus dilakukan dalam dua tahap karena keterbatasan anggaran sehingga kekhawatirannya agar pekerjaan dapat selesai dengan baik. Beliau berulang kali memastikan kesiapan perencanaan dan kualitas pekerjaan.

Saya pun menyampaikan keyakinan bahwa umur rencana rigid pavement tersebut dapat bertahan lebih dari 25 tahun. Alhamdulillah, pembangunan itu dapat terwujud dan hingga kini masih memberi manfaat bagi masyarakat.

Di masa kepemimpinannya pula, hampir seluruh pasar di Kota Ternate dibangun. Ruko sepanjang taman Nukila yang menggunakan konstruksi baja pertama sebagai proyek pemerintah kami terapkan. Beberapa pasar peninggalan pemerintahan sebelumnya juga di antaranya direvitalisasi kembali, namun fungsi dan pemanfaatannya tetap berjalan baik sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Dari sini terlihat bagaimana cara Beliau memandang infrastruktur bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan instrumen untuk menggerakkan kehidupan kota yang notabene hanya bersandar pada jasa.

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi saya adalah ketika mengusulkan pekerjaan hotmix Jalan Pulau Hiri berdasarkan perhitungan jarak menggunakan drone dari Jikomalamo pada tahun 2017. Saat itu Beliau belum sepenuhnya yakin. Bahkan sebelum berangkat salat Jumat ke Hiri, beliau sempat menelepon saya dan bertanya, “Ngana yakin Budi bisa hotmix Pulau Hiri itu? Sadiki saya umumkan di masjid.” Sebagaimana diketahui, beliau memang kerap berkeliling saat salat Jumat dan ketika itu jadwalnya berada di Hiri.

Saya pun meyakinkan Beliau bahwa pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan oleh tim PUPR berdasarkan hasil perhitungan teknis yang kami miliki. Dan pada akhirnya, hotmix Jalan keliling Pulau Hiri benar-benar dapat diwujudkan.

Bagi saya, di situlah letak keistimewaan dari gaya kepemimpinan Almarhum Haji Burhan Abdurrahman. Beliau memberi ruang kreativitas yang luas kepada bawahannya, disertai kepercayaan yang besar. Kesederhanaan beliau dalam mendengar gagasan, keberanian mengambil keputusan, serta keyakinannya terhadap tim menjadi pelajaran berharga yang akan selalu dikenang.

Almarhum Haji Burhan Abdurrahman telah meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya melalui pembangunan yang masih berdiri hingga kini, tetapi juga melalui keteladanan kepemimpinan yang membangun manusia sekaligus kota.

Kini, Almarhum Haji Burhan Abdurrahman memang telah berpulang 5 tahun lalu, Namun sesungguhnya, beliau tidak pernah benar-benar pergi dari Kota ini. Jejak pemikiran, keberanian, dan dedikasinya masih berdiri kokoh dalam setiap ruas jalan, pasar, ruang terbuka hijau, hingga landmark yang menjadi identitas Kota Ternate. Infrastruktur yang beliau bangun bukan sekadar beton dan aspal, melainkan warisan pengabdian yang terus memberi manfaat bagi masyarakat.

Nama beliau akan selalu dikenang sebagai salah satu pemimpin yang meninggalkan jejak pembangunan luar biasa bagi Kota Ternate. Dan selama karya-karya itu masih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, selama itu pula amal jariyah dan pengabdian beliau akan terus hidup dalam ingatan banyak orang.
Membahas tentang Haji Bur, selalu membuat Saya terkesan.. Sebagaimana slogannya, Bahari Berkesan.