idea,_Panitia Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Maluku Utara terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan yang akan digelar pada 4–5 Agustus 2026 di Kabupaten Halmahera Utara.
Mengusung tema “Penguatan Sinergi Penanggulangan Bencana untuk Mewujudkan Maluku Utara Bangkit yang Tangguh, Aman, dan Berkelanjutan,” Rakorda ini diharapkan menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi, kolaborasi, serta komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan pemerintah kabupaten/kota dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
Ketua Panitia Rakorda, Febrimulyadi Ibrahim, ST, mengatakan bahwa hingga saat ini seluruh persiapan terus berjalan sesuai rencana melalui koordinasi yang intensif dengan seluruh pihak terkait.
“Insya Allah, Rakorda BPBD se-Maluku Utara yang dipusatkan di Kabupaten Halmahera Utara akan dihadiri oleh 10 BPBD kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara.
Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, serta membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di daerah,” ujarnya.
Menurut Febrimulyadi, Rakorda diharapkan tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga mampu menghasilkan kesepakatan dan rekomendasi strategis yang dapat menjadi pedoman bersama dalam memperkuat tata kelola penanggulangan bencana di Maluku Utara.
Rekomendasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendorong penyelenggaraan penanggulangan bencana yang lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, khususnya BPBD Kabupaten Halmahera Utara, atas dukungan dan kerja sama yang diberikan dalam mempersiapkan pelaksanaan Rakorda.
“Kolaborasi antara panitia dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, terutama BPBD Kabupaten Halmahera Utara selaku tuan rumah, berjalan sangat baik. Koordinasi yang terjalin berlangsung intensif dengan semangat kebersamaan. Kami berharap kolaborasi ini terus terjaga dan semakin maksimal hingga hari pelaksanaan, sehingga Rakorda BPBD se-Maluku Utara Tahun 2026 dapat berjalan lancar, sukses, dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi penguatan penanggulangan bencana di Maluku Utara,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia, Khalida Fitriyani Lestaluhu, ST, menyampaikan bahwa seluruh persiapan teknis maupun administratif terus digenjot menjelang pelaksanaan kegiatan.
“Berbagai persiapan terus kami maksimalkan, mulai dari kesiapan lokasi kegiatan, akomodasi peserta, perlengkapan acara, hingga koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat. Kami optimistis, dengan dukungan semua pihak, Rakorda dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan sukses sesuai dengan tujuan yang diharapkan,” ujar Khalida.
Rakorda BPBD se-Maluku Utara Tahun 2026 diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang semakin tangguh.
Melalui forum ini, seluruh BPBD di Maluku Utara diharapkan dapat menyusun langkah-langkah strategis yang adaptif terhadap berbagai potensi ancaman bencana, sekaligus mendukung terwujudnya Maluku Utara yang bangkit, tangguh, aman, dan berkelanjutan.







Tinggalkan Balasan