idea,_Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026, APDESI Halmahera Tengah mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam penyebaran hoaks maupun politik adu domba yang berpotensi memecah persatuan warga desa.

Wakil Ketua I APDESI Halmahera Tengah, Muhammad Ikbal, mengatakan perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi yang harus disikapi secara dewasa.

“Perbedaan dukungan itu hal biasa. Jangan sampai karena Pilkades, hubungan kekeluargaan dan persaudaraan menjadi rusak,” ujarnya, Jumat (8/5)

Ia menegaskan, masyarakat perlu lebih bijak menggunakan media sosial, terutama dalam menyaring informasi yang beredar selama tahapan Pilkades berlangsung.

Menurutnya, isu-isu bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sering dimanfaatkan pihak tertentu untuk memancing konflik di tengah masyarakat.

Karena itu, APDESI meminta warga tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi sampai menyebarkannya kembali.

Selain mengingatkan masyarakat, APDESI juga mengajak seluruh elemen desa mulai dari kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, hingga pemuda untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Ikbal menilai, keterlibatan semua pihak sangat penting agar Pilkades 2026 dapat berlangsung damai tanpa gesekan sosial.

APDESI Halmahera Tengah juga menyatakan dukungan penuh kepada aparat keamanan dalam menjaga stabilitas selama proses Pilkades berlangsung.

“Kolaborasi masyarakat dan aparat keamanan menjadi kunci untuk mencegah konflik serta menciptakan Pilkades yang aman dan lancar,” katanya.

Ia berharap Pilkades 2026 tidak hanya menghasilkan pemimpin desa yang amanah, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat di Halmahera Tengah.