idea,- Rektor Universitas Khairun (Unkhair), Prof Abdullah W. Jabid, melantik dan mengambil sumpah 99 pejabat akademik di Aula Nuku, Lantai IV Gedung Rektorat Kampus II Unkhair, Kamis (26/2/2026).

Dalam pelantikan itu, ia menegaskan empat agenda strategis yang harus menjadi prioritas kepemimpinan baru.

Keempat agenda tersebut meliputi peningkatan kualitas lulusan, penguatan kualitas dosen, pembaruan mutu kurikulum dan pembelajaran, serta tata kelola yang akuntabel. Seluruhnya menjadi pilar utama dalam mendukung visi Rencana Strategis (Renstra) Unkhair 2025–2029.

Rektor Unkhair, Prof Dr Abdullah W. Jabid, SE., MM, melantik 99 pejabat akademik, dan 1 Plt (Dok. Humas).

Pelantikan mencakup Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Koordinator Program Studi (Prodi), hingga Kepala Laboratorium.
“Jabatan ini adalah amanah, bukan fasilitas. Saudara akan diuji oleh tekanan administratif, dinamika mahasiswa, tuntutan akreditasi, dan target kinerja Renstra. Jalankan dengan integritas,” ujar Abdullah.

Ia menekankan, kualitas lulusan harus ditopang kompetensi akademik yang kuat, keterampilan profesional, serta daya saing nasional dan internasional. Karena itu, peran jurusan dan prodi dinilai krusial dalam memastikan standar pembelajaran berjalan efektif.

Di bidang sumber daya manusia, Abdullah mendorong percepatan studi lanjut doktor (S3), peningkatan jumlah guru besar, serta produktivitas publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi.

Sementara pada aspek kurikulum, ia meminta pembaruan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja, ditopang sistem pembelajaran inovatif berbasis teknologi.

Adapun dalam tata kelola, ia menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas anggaran serta manajemen berbasis indikator kinerja.

“Jika mutu prodi naik, itu karena kepemimpinan Saudara bekerja. Jika stagnan, Saudara juga harus bertanggung jawab,” katanya.

Laboratorium Didongkrak Jadi Pusat Inovasi

Secara khusus, Abdullah meminta kepala laboratorium mengubah paradigma. Laboratorium, kata dia, tidak boleh sekadar menjadi ruang praktikum, tetapi berkembang menjadi pusat riset, inovasi, dan kolaborasi profesional dengan standar keselamatan kerja yang ketat.

Budaya kinerja berbasis indikator terukur juga akan diperkuat. Setiap jurusan dan prodi diwajibkan memiliki target publikasi, akreditasi, kerja sama, serta peningkatan kompetensi dosen.

“Kita adalah universitas kepulauan, tetapi visi kita internasional. Target kita jelas: publikasi bereputasi, dosen S3 dan guru besar bertambah, akreditasi unggul dan internasional, digitalisasi tata kelola, serta penguatan kerja sama global,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Abdullah turut menyampaikan apresiasi kepada pejabat periode 2022–2026 yang telah menuntaskan masa tugasnya. Menurut dia, capaian akademik dan stabilitas tata kelola yang diraih Unkhair tidak lepas dari dedikasi pimpinan jurusan dan prodi sebelumnya.

“Banyak kerja keras dilakukan dalam sunyi. Banyak keputusan sulit diambil demi menjaga marwah akademik. Atas dedikasi dan loyalitas Saudara, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya,” tuturnya.

Pengujung sambutannya, ia mengajak pejabat yang baru dilantik membangun komunikasi yang sehat, merangkul dosen muda, mendukung mahasiswa berprestasi, serta menghindari konflik internal yang tidak produktif.

“Bekerjalah dengan penuh tanggung jawab, jaga integritas, dan wujudkan perubahan nyata,” pungkas Abdullah.*