idea,- Dini cuaca dan potensi cuaca ekstrem saat ini melanda daerah kabupaten kota di Maluku Utara.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Maluku Utara (BPBD Malut) akhirnya mengeluarkan peringatan bahwa prospek cuaca dan potensi cuaca berlangsung seminggu lamanya yakni, 12 hingga 18 Januari 2026.

Langkah ini diambil berdasarkan informasi resmi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika Sultan Babullah Ternate, dalam keterangan persnya, Senin, 12 Januari.

Kepala BPBD Malut, Fehby Alting memberi himbauan kepada BPBD di sepuluh kabupaten kota dengan harapan meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam mengantisipasi kemungkinan adanya potensi ancaman bencana Hidrometeorologi.

Mempersiapkan sumber daya dan terus mengupdate informasi cuaca melalui BBMKG, memantau kondisi terkini di lapangan dan menyebarkan informasi peringatan (curah hujan, tinggi muka air) dan potensi wilayah terdampak, serta memastikan ketersediaan rambu dan jalur evakuasi.

Sementara kepada masyarakat, Fehby, menegaskan agar warga dapat mengambil langkah-langkah seperti kenali potensi bencana di lingkungan masing-masing.

Ia meminta, segera evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila terjadi potensi bencana seperti banjir dan longsor.

Waspadai aktivitas di wilayah rawan seperti pesisir pantai dan area perbukitan, jauhi area pepohonan tua atau rawan tumbang, dan selalu periksa prakiraan cuaca sebelum bepergian dengan transportasi darat, laut dan udara.

”Selalu ikuti dan dapatkan informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Babullah Ternate (BMKG).”pinta Fehby dalam keterangan pers yang diterima ideapublik, Selasa (13/1).

Keterangan Pers BMKG Ternate.