idea,_Maluku Utara tak lagi ingin sekadar menjadi penonton di panggung politik nasional.

Kaukus penambahan kursi DPR RI secara tegas mendorong jumlah kursi lebih dari tiga. Mereka menilai, mempertahankan tiga kursi seperti saat ini sudah tidak lagi relevan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Kaukus Politik Partai Provinsi Maluku Utara yang digelar DPD NasDem di Kafe Restorasi, Kota Ternate. Agenda ini turut dihadiri anggota Komisi II DPR RI Fraksi NasDem, M. Rifqinizamy Karsayuda, serta Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin.

Usulan ini bukan tanpa dasar. Dari sisi jumlah penduduk, dua daerah pemilihan (dapil) yang diusulkan dinilai sama-sama memenuhi ambang batas minimal. Artinya, tidak ada alasan teknis untuk menolak wacana tersebut.

“Kalau satu dapil bisa tiga kursi, kenapa dua dapil tidak bisa enam? Ini logika sederhana yang selama ini dihindari,” sindir Muchlis.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, juga mengakui bahwa minimnya kursi DPR RI berdampak langsung pada lemahnya daya tawar daerah di tingkat pusat.

“Dengan tiga kursi, ruang perjuangan kita sangat terbatas. Banyak kepentingan daerah yang akhirnya tidak terakomodasi,” pungkasnya.